Senin, 6 Pebruari 12
Hendak Login? · Daftar
HomePerihalBuku Tamu
ditulis oleh NoName pada Sabtu, 31 Maret 07kategori "Penjebar Semangat" ,dengan 4 komentar

Gak Semua Yang Lo Denger Itu Bener

Menjadi seorang  yang ahli memang bukanlah sesuatu yang mudah serta gampang, perlu ada tahapan-tahapan yang musti dilalui untuk mendapatkan gelar ahli dalam arti yang sebenarnya. Kalu hanya untuk menjadi seorang yang “bisa” saja, saya kira hal yang lumrah dan umum apabila dia berada di bidang yang memang seharusnya bisa dia kuasai.

 

Mungkin memang sudah budaya kita ketika melihat orang yang ingin maju dan bertindak di luar batas kewajaran di antara umumnya orang kita mengatakan dan bersikap seolah-seolah melihat bahwa orang tersebut adalah orang aneh yang berusaha mengejar mimpi2 yang tidak jelas ujung pangkalnya. Ataupun tidak jarang juga kita mengatakan kata-kata yang secara implicit mengajak orang tersebut kembali ke jalan orang-orang pada umumnya. Apalagi yang mengatakan seorang yang lebih senior dari pada kita, maka dengan welcome saja kita memasukkan kata-kata yang dia berikan tanpa ada proses filter sebelumnya. Memang orang yang lebih senior itu lebih berpengalaman dari pada kita, memang orang yang senior itu juga sudah lebih dahulu tentang suatu ilmu, tapi bukankah kata-kata yang dia keluarkan itu juga didasarkan pada pengalaman dan juga pemahaman beliau terhadap kenyataan yang ada di depannya.

 

Seneng juga lihat iklan yang mengatakan “Nggak Semua Yang Elo Denger Itu Bener”, yang saya resapi sebagai keharusan kita untuk bisa memfilter setiap opini-opini yang ada di masyarakat dan di lingkungan kita, maka dalam ISLAM sudah diperkenaklakn dengan yang namnaya prinsip TABAYYUN. Jadi ingat dulu ketika aku masuk sekolah pertama kali, aku didekati kakak kelas diapun menanyakan kepadaku “Kamu itu tertarik pada bidanga apa?”, akupun menjawan “Saya tertarik pada bidang ini…”, maka secara spontan dia mengatakan “Wah wis to bidang ngono kuwi angel butuh ….”, dengan jelas dan meyakinkan dia menerengakan padaku bahwa hal dan tujuan ingin saya capai itu hal yang teramat sulit untuk dicapai, diserati dengan beberapa contoh yang memang masuk akal untuk diterima.

 

Mungkin itulah beberapa tantangan yang sering kita jumpai di lapangan, mungkin ketika melihat buku-buku yang bertajuk motivasi seolah-olah dunia sudah di genggaman kita, seolah-olah segala aral merintang tidak layak untuk menhentikan cita-cita kita. Namun pas di alam kenyataan ketika ada orang yang sedikit menyapa kita dengan sekelumit kata tentang perilaku yang kita lakukan, ataupun adanya kesulitan –kesulitan yang berusaha mengajak kita untuk memberikan opini tentang kegagalan dan ketidak mungkinan, maka kita pun mundur teratur sebagai pengecut bagaikan anak anjing yang menyembunyikan ekor kecilnya di atara kaki belakangnya.

 

Ayolah, bagaimana Islam bisa maju, bagaimana kita bisa membanggakan orang – orang yang kita sayangi kalau mental kita saja masih menjadi mental lempung, yang menjadi “mbelenyek” sekali dibenturkan kepada sebuah masalah. Sedangkan mereka yang hidupnya hanya untuk meraih dunia saja tanpa memikirkan akhirat saja berani berjuang mati-matian untuk menjadi yang terbaik, tetapi mengapa kita tidak bisa, bukankah semua yang kita punyai ini adalah amanah dan potensi yang suatu saat musti kita pertanggungjawaban, bukankah kita juga tiap-tiap kita mengemban misi di dalam diri kita untuk bisa menjadi yang terbaik dan membawa ISLAM ini ke tempat yang lebih terhormat.

Selama berjuang kawan dan tunjukkan bahwa orang ISLAM layak untuk disebut sebagai UMAT YANG UTAMA

 

Hanya sesaat....!!!
Tinjauan Syar?i dan Ilmiah

perjalanan kejogja
GHAZWAH FIKR
Persahabatan
Berbagi Cerita di Minggu Pagi Ceria…
Harkitnas
Mampukah kita mencintai tanpa syarat?
Minggu Depan
Namakan Saja Pitulasan
Nyambung, ahh...!
Be A Legend
Belajar Dari Kesalahan
Teruntuk Mbak Riri dan Mas Jojo
Ada Apa Dengan Cinta
Emansipasi Wanita
Apakah Kita Akan Menjadi Bangsa Yang Dimusnahkan
Ilmu untuk investasi
Sedang Sibuk, Kataku
Untuk Ayah
Katakan Cinta
Arep Ngopo rek?

Nama
*)
Email
*)
Website

kode


Komentar
berikan emoticon :
selebihnya »

terdapat 4 komentar untuk tulisan ini

1 | Senin, 02 April 07
nn

Kalau saya pikir, memang orang yang ingin menggapai sesuatu yang dicita-citakan, harus melewati tahap demikian. Tinggal bagaimana kita mensikapinya. Analoginya saat kita mengerjakan soal matematika, tingkat kesulitan soal yang semakin rumit, mengharuskan kita untuk mencari tahapan-tahapn yang harus dilalui. dan apabila telah ditemukan hasil akhirnya, PASTI akan ada rasa puas dalam hati. sama juga, jika tahu hasil akhir yang telah kita usahakan nampak,akn membuat kita merasa puas. Orang lain mungkin mengira kita tidak bisa melakukan, tapi ternyata kita bisa. Dari situ secara otomatis kita akan dipandang orang bahwa kita mampu melakukan. Terlepas dari apa yang mereka komentarkan pada kita. Saya juga pernah membaca nasehat, kalau ng' salah " Disaat yang lain mundur, kertakan gigi lebih kuat, berjuang lebih giat dan tunjukkan Islam pantas berjaya". saya kira kata-kata itu cukup bisa memotivasi kita untuk terus maju.


2 | Kamis, 05 April 07
add13n

emang bener kata seorang bijak bahwa ibu dari kesuksesan adalah kesabaran, kesabaran dalam arti luas tentunya.


3 | Kamis, 05 April 07
nn

ya, segoga kita diberi kesabaran dalam hal apapun.


4 | Senin, 16 April 07
zahra

Tepat sekali, mari tidak hanya berbuat "asal" saja tapi jadikan bermakna. Berpikir merdeka dan ciptakan kreasi kreasi kita. Kita adalah khoiru ummah, so masing2 kita diberi hak yang sama untuk sukses dan bahagia. Ayo berkreasi seluas-luasnya dengan menjadikan "Allah" sebagai prinsip kita, Aamin


Menuju ke Form