Senin, 6 Pebruari 12
Hendak Login? · Daftar
HomePerihalBuku Tamu
ditulis oleh isma_nto pada Kamis, 26 Maret 09kategori "Penjebar Semangat" ,dengan 2 komentar

Harus cantik dalam tanda kutip ya?

He3 judul yang aneh.

Suatu pagi di kantor ada koran kompas dengan judul headline "Raja Abdullah serukan persatuan Arab melawan Israel". Wah berita yang seru untuk disimak. Tapi pertama yang dibaca, tetep, gosip. *gubrax*

Da gosip;
"Glenn fredly gugat cerai Dewi Sandra"
"Deswita, orang ketiga rumah tangga Ferry Maryadi"
"Aih...aih...Pasha ungu lirik Alyssa Soebandono"

Padahal gosip itu sudah lebih dulu ditayangin di was-was (SCTV), juga go-spot (RCTI), bahkan insert (trans TV) di pagi hari lho. *loh ternyata*. Tapi tetap dibaca juga.

Ngegosip, atau bahasa gaulnya merumput, memang sudah menjadi tradisi di masyarakat kita, terutama kaum hawa, dan jangan salah, kaum laki-laki ternyata juga tidak ketinggalan lho *jleger*

Tapi sebenarnya, perlu ga sih kita mengkonsumsi berita kaya gituan? Jawabannya, ya. Lho koq bisa? Begini, sebagai seorang muslim yang baik hati dan tidak sombong, *ceile*, kita dituntut untuk bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian yang ada. Bukankah orang yang ngaji itu harus beda? Ya kan ya dong bener kan bener dong....

Kita ambil contoh kasus perceraian.

Kasus ini selalu menduduki top chart di setiap infotainment. Berita Halimah vs Bambang&Mayang, kisah Maia-Dhani, perseteruan Pasha ungu-Okky, juga Rizky the titans-Ratna Damayanti. Dan yang menghebohkan lagi, pernikahan ajaib si goyang gergaji, Dewi sisik eh salah Dewi Persik-Adlyansyah Taher.

Sajian seperti itu lebih diminati daripada berita Cinta Laura yang mulai jerawatan atau Asmiranda yang berduet dengan salah satu band sekaligus jadi model video klip dan juga sutradaranya.

Kembali ke soal hikmah. Pernah da teman bertanya, “koq bisa ya artis yang beristrikan wanita yang cantik, namun akhirnya bercerai juga. Hikmah yang dapat diambil apa?”
“Hikmahnya, klo pingin cerai harus jadi selebritis dulu” *jawaban ngco*
“Begini”, katanya bijak, “hla wong dapat istri cantik saja bercerai, apalagi dapat istri yang tidak cantik...!?!” *tuing-tuing*

Gyahaha...hikmah yang aneh, eh tapi bener juga loh. Mungkin kita saja yang salah dalam mengartikan kata cantik itu.
Bila kata cantik yang kita maksud adalah satu, yang hidungnya mancung kaya Nabila Shakeef, dua, yang matanya bersinar seperti Dian sastro, tiga, yang berlesung pipi semanis Tamara Blesynski, empat, yang berbibir seseksi Sandra Dewi, lima, yang tinggi semampai bak Luna Maya.

Nah jika benar seperti itu, sampai strokpun kita tidak akan pernah menemukannya. Mengapa? Karena cantik yang dimaksudkan di sini adalah cantik akhlaqnya.

Coba buka kembali hafalan hadist anda tentang 4 kriteria wanita yang kita nikahi. Gimana, sudah dapat? Sudah ketemu? Sudah ingat? Akhh....lemot....loadingnya lama....

Yak...coba anda yang duduk di pojok, berbaju hitam muda (emangnya ada ya?), apa coba? Yup benar, yang mesti diutamakan adalah diennya.

“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya (semata) boleh jadi karena kecantikannya itu mencelakakan dirinya dan jangan pula kamu nikahi wanita karena kekayaannya (semata) boleh jadi karena kekayaannya membuat berani melakukan maksiat. Nikahilah wanita karena diennya, sesungguhnya seorang hamba wanita yang hitam kulitnya, pesek hidungnya tetapi berdien (beragama) lebih baik”
(HR. Al Bazzar, Ibnu Majah dan Al Baihaqi)

Menurut buku yang saya baca (wezzz...Helen kepompong banget),

Ketahuilah, bahwa jodoh itu sudah ditentukan sejak zaman azali. Tidak perlu dikejar dan dicari. Pada waktunya ia akan datang membawa sekuntum bunga wangi untukmu. Anda hanya menanti sampai saatnya tiba, sambil berdoa kepada Allah.

Jika demikian dimanakah letak ikhtiar? Ketahuilah wahai saudaraku, di dunia ini ada yang boleh diusahakan, tetapi ada pula yang tanpa usaha, jika masanya datang maka terjadilah ia. Apa contohnya?  Kalau wanita telah menjaga kesuciannya serta keshalihannya, demikian juga apabila ia telah ditentukan bersuamikan laki-laki yang shaleh di zaman azali dahulu, maka ia pasti akan mempersuamikan apa yang telah ditetapkan oleh Allah. Firman Allah Swt. :
“Wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang keji pula, wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik”
(QS. An-Nur : 26)

Ayat ini wajib diimani, bukan sekedar difahami saja. Ia merupakan dalil yang mutlak serta petunjuk bagi orang yang beriman.
(Karakteristik lelaki shaleh, Abu Muhammad Jibril Abdurrahman, hal 39-40)

Kesimpulannya, mari kita menshalehkan diri kita masing-masing, dengan ngaji yang istiqamah, kelompok yang on-time, ndherekke/driveri seserius mungkin, piket sesuai jadwal. Dan masih banyak lagi kolom untuk diisi demi menuju pribadi yang Qur’an-i

Maaf istriku yang “cantik” lagi tidur, sekian dulu, terima kasih.

Karena Kejujuran Begitu Berharga
Kita Adalah Elang

Mengapa...?
Minggu Depan
GHAZWAH FIKR
Seberapa Waktu Kita Untuk Orang Tua
Mari Berqurban
Mampukah kita mencintai tanpa syarat?
We Will Be Flying High
Harkitnas
Hasrat Untuk Berubah
Karena Kejujuran Begitu Berharga
Kesalahan yang diajarkan oleh Film Aksi
Sedang Sibuk, Kataku
Teruntuk Mbak Riri dan Mas Jojo
kasih sayang
tanyaku
Kita Adalah Elang
Hanya sesaat....!!!
Bertujuan Lebih Besar
Hanya Refreshing
Apakah Kita Akan Menjadi Bangsa Yang Dimusnahkan

Nama
*)
Email
*)
Website

kode


Komentar
berikan emoticon :
selebihnya ยป

terdapat 2 komentar untuk tulisan ini

1 | Jumat, 27 Maret 09
Adi Wirawan

mas iss yang baik, tapi kadang kalau kita terlalu banyak nonton yang kayak mas iss_ bicarakan tadi, pola pikir yang kemudian muncul adalah berdasar kan tontonan dan juga yang sering kita lihat dan kita dengar.

Seperti teman saya, gara-gara sering nonton anime maka dia sering bertidak bahwa dia layaknya Naruto yang merupakan anak super.

Begitu juga tidak menjadi beda kalau sering nya nonton shitnetron maka semua didasarkan pada yang tertampil di shitnetron itu juga, juga sama dengan inpotainment dan inpotainment yang lain.

Saya setuju sepenuhnya dengan apa yang mas iss maksud bahwa kita bisa ambil manfaat dari apa yang kita lihat dengan banyak memperkuat dasar yang kita miliki.

Yang tentu sahaja perlu diingat, jangan sampai kita terlalu lena mencari hikmah tanpa berusaha mencari dasar, dengan mengaji tentu saja.

Salut buat mas iss yang makin uhui saja...


2 | Ahad, 29 Maret 09
sulaiman

bagus mas.......... besok klo ke jogja ngisi motivasi gel 2 depok yaa. uhuy juga buat mas iss


Menuju ke Form