Senin, 6 Pebruari 12
Hendak Login? · Daftar
HomePerihalBuku Tamu
ditulis oleh exH21 pada Kamis, 23 Maret 06kategori "AGAMA" ,dengan komentar yang belum ditulis padanya

Hati yang buta

Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dada." (QS Al−Hajj: 46). Hati (qalb) adalah pusat segala aktivitas dan kegiatan. Karena itu, sabda Rasulullah SAW, jika hati beres, maka akan beres pula segala−galanya. Namun, jika hati rusak, maka akan rusak segala yang ada pada diri mereka. (HR Bukhari dan Muslim). Betapa penting dan menentukannya hati itu, maka kepada setiap orang yang beriman, Allah SWT menyuruh untuk selalu membersihkan dan menajamkannya. Dengan hati yang tajam, terang, dan jernih, serta dibimbing oleh wahyu Allah SWT, setiap manusia akan mampu memilih yang haqq (benar) dari yang bathil (salah), yang putih dari yang hitam, dan yang maslahat dari yang mafsadat (merusak). Bahkan, ketika Rasulullah SAW ditanya tentang pengertian kebaikan (al−Birr) oleh sahabat Wabisah bin A'bad, beliau mengatakan, "Tanyalah hatimu!" Kebaikan itu jika dilakukan akan mengakibatkan ketenangan hati (batin). Sedangkan perbuatan dosa jika dilakukan akan mengakibatkan keraguan dan ketidaktenangan batin (hati), walaupun banyak orang yang menyetujuinya (HR Imam Ahmad). Terkait dengan hal tersebut, Allah SWT juga menjanjikan bahwa hati yang selalu bertobat akan mendapatkan surga. Firman−Nya, "Orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat, masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki, dan pada sisi Kami ada tambahan." (Qaaf: 33−35). Hati yang terbimbing cahaya Ilahi akan mampu memahami berbagai fenomena alam yang terjadi dan berbagai musibah yang menimpa, baik pada dirinya maupun pada masyarakat secara keseluruhan, untuk kemudian dijadikan ibrah atau pelajaran untuk lebih memperbaiki dirinya dan meningkatkan kualitas keimanannya. Sebaliknya, hati yang buta seperti diisyaratkan pada surat al−Hajj ayat 46 di atas tidak akan mampu melihat apalagi mengambil pelajaran. Musibah semakin banyak terjadi, tetapi tetap saja banyak manusia yang sombong dan takabur serta tetap melakukan kemaksiatan kepada Allah SWT. Kelompok orang−orang fakir−miskin yang kelaparan semakin banyak, namun tetap saja banyak orang melakukan korupsi dan menghabiskan uang negara untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Orang yang buta hatinya di dunia, di akhirat kelak akan semakin buta dan semakin tersesat jalannya. Ini sebagaimana dinyatakan dalam surat Al−Isra' 72, "Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)." Mari kita semua berlindung kepada Allah SWT dari memiliki hati yang buta. Wallahu a'lam.
Pengantar Nikah
Preman suka bunga

Begitukah Seharusnya Anak Setelah Jadi Istri
mosquee....? baca dulu...
REFLEKSI MUSIBAH GEMPA BUMI & TSUNAMI DI ACEH
When I Need Loves ......
Pengantar Nikah
Memahami Perbedaan
AWAS ALLAH CEMBURU LHO!
calon PENGHUNI....
Ternyata Neraka itu Lebih Mahal dari pada Surga
Pernahkah Kita Bertanya ?
HADITS-HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN RAMADHAN
Untuk Sebuah Salah Sambung...
Menghamba Sepenuh Jiwa Raga
AKAL SEHAT MENOLAK FAHAM SESAT (beriman saja koq repot)
warning
Sepertinya Akan Berlanjut Bencana Ini
Hati-Hati Juga Penting
pikir...
Pudarnya pesona Cleopatra.
Ramadhan - BUKAN BULAN SUCI

Nama
*)
Email
*)
Website

kode


Komentar
berikan emoticon :
selebihnya ยป

belum ada komentar untuk tulisan terkait, jadilah yang pertama

Menuju ke Form