Pagi-pagi dah buka2 foto di komputere Hendra…sambil denger lagune Fire House, itu –tuh When I Look Into Your Eyes. He…he… tapi jangan salah sangka dulu ya sama foto yang saya buka.
Ini dia………..(ada nggak)??? mungkin gak ke upload...
Imut kan? kecil – kecil dah makan sendiri, wah jadi ingat masa-masa kecil saya dulu… Ya, sebuah kemandirian yang dapat dilihat dari situ.
Ngomong – ngomong kita sekarang dah mandiri belum ya? Sudah??atau belum??
Secara realita kita tidak bisa mandiri secara mutlak, karena saya belum pernah menemui orang seperti itu. Wah alesane ga logis ki!!!he. he..
Kadang kita tu dikit2 minta bantuan, padahal sebenarnya bisa, hanya saja ogah – ogahan yang muncul pada diri kita.
Ada sebuah keluarga yang didalamnya diajarkan kemandirian, kerja keras dan hasilnya pun anak – anaknya menjadi orang berhasil. Ada suatu pesan, “aktivitas yang dilakukan terus menerus akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan yang dilakukan terus menerus akan menjadi karakter.”
Kita juga bisa membaca riwayat Rosululloh waktu kecil, sejak kecil beliau sudah diajarkan kemandirian. Menggembala ternak, sebagai orang yang dititipi barang –barang pedagang, ikut berdagang dengan pamannya yakni Abi Thalib ke Syam.
Yang intinya jiwa mandiri telah diasah sejak kecil.
Lalu bagaimana dengan kita....?hendaknya kita juga harus berusaha seperti itu, apapun cita-cita kita.
Sukses ya buat kita semua……didunia dan akhirat..”Man Jadda wa Jadda” barangsiapa bersungguh – sungguh pasti akan bisa.