Assalamu'alaikum pak Dokter
Wa'alaikum salam warrah matullahi wabarakatuh, selamat malam mas ada yang bisa dibantu???
Gini pak, kenapa setiap kali saya lihat henpon sama mau main internet rasanya kok gimana gitu, kayak ada rasa ketakutan gitu pak?
Hohohohoo.... baiklah silahkan tiduran di sini biar saya periksa, baik...iya... (*sambil memeriksa*), iya cukup silahkan duduk kembali.
Gimana pak saya sakit apa pak? parah apa tidak, apakah saya perlu dioperasi, apakah perlu amputasi?
Sabar anak muda, sabar, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar, begini setelah saya periksa dengan seksama kelihatannya kulit bagian jempol anda terasa lebih tebal dibanding kulit di jari anda yang lain. Ini menandakan anda sering melakukan manuver SMS, dan jelas anda penggemar sms. Kedua mata anda terlihat agak berbeda dengan mata orang-orang pada umumnya ini jelas menandakan, maaf kalo saya salah terka, anda adalah penggemar aplikasi instan message semisal GAIM, PIDGIN, Yahoo Massenger, Apakah saya benar anak muda?
Betul bapak analisa anda sungguh akurat, saya adalah penggemar aplikasi sms apalagi yang berbau gratis. Dan kalau saya boleh jujur saya juga senang beresesmes dengan lawan jenis, hal yang sama dengan chating itu pak dokter. Saya senang chating apalagi dengan lawan jenis.
Hohohoho...itu dia inti permasalahan. Clue yang anda berikan sudah cukup untuk menjawab permasalahan yang anda derita, anda menderita penyakit syndromos technologos (*nama yang aneh bukan???*). Penyakit ini disebabkan karena anda penah mengalami pengalaman buruk dengan aplikasi teknologi seperti handphone, computer, internet dan semisalnya. Dan hal ini banyak menjangkit anak muda seperti anda ini , namun maaf seharusnya anda pergi ke psikolog atau ke guru ngaji anda bukan ke saya. Tapi baiklah akan saya jawab semampu saya.
terimakasih pak psikolog eh pak dokter, terimakasih banyak terimakasih banyak, semoga bapak panjang umur, banyak rejeki, banyak client.
Oke, oke bisa kita lanjutkan???
Iya maaf pak, terlalu bersemangat, silahkan..
Hohohoho...kalau boleh tahu pengalaman buruk apa yang pernah anda alami dengan teknologi semisal handphone dan juga internet itu?
Gini pak, karena keasikan beresemes dan juga chating dengan orang lain, pernah saya mengalami kejadian hampir dilabrak orang gara-gara orang tersebut memaknai lain yang saya katakan, tahu gak pak saya hampir saja di masa banyak orang.
Hohohoho...itu dia, benar benar anda mengalami yang namanya syndromos technologos (*sekali lagi masih nama yang aneh bukan??*). Maaf mulai sekarang saya akan bicara bukan sebagai dokter namun sebagai sama-sama manusia normal yang pernah merasakan hal yang serupa.
Oke jadi begini bung. Beresemes sebenarnya boleh-boleh saja asal punya maksud jelas, tujuan jelas, serta sasaran yang tepat. Kalau yang saya simak dari keluhan anda sebelumnya tentang kesenangan anda chating dan juga berSMS dengan lawan jenis lain, itu adalah "penyakit" biasa di kalangan anak muda namun tidak boleh dijadikan biasa. Karena begini bung ketika anda berSMS maupun berchating dengan lawan jenis, jelas yang anda rasakan dan juga lawan bicara anda rasakan adalah hal-hal yang begitu indah untuk dirasakan. Misalnya ketika anda tersenyum-pun dengan emoticon saja yang lawan bicara anda rasakan dengan yang anda rasakan bisa 180 derajad berbeda. Boleh jadi ketika anda tersenyum menandakan senyuman biasa, namun sangat amat boleh jadi sekali kalau lawan bicara anda meraskan ini adalah hal yang "luar biasa".
Itu baru satu contoh kecil, kecil sekali, dan anda bisa cari contoh yang lain,`dan saya yakin anda lebih paham daripada saya tentang hal tersebut. Yang perlu anda pahami di sini adalah chating, sms dan juga teknologi yang notabenenya adalah berbau hubungan antar individu itu sering dan teralu sering membuat orang berperasaan lain pada anda. Seperti yang sebelumnya tadi saya bilang tentang emoticon senyum tadi, sesuatu yang anda anggap biasa bisa menjadi dan sangat bisa menjadi sesuatu yang diartikan lain oleh lawan bicara anda, lebih-lebih lawan bicara anda adalah lawan jenis anda dan anda tidak mahrom dengan belianya.
Di sisi lain anak muda, agama pun sudah banyak mengingatkan yang seperti ini, bukan berarti kalau mendekati zina itu hanya berhubungan dengan kontak secara langsung saja. Menjaga diri dari hal-hal yang membuat kita ingin melakukan pendekatan kepada zina itu pun musti banyak kita kontrol, apalagi ini berhubungan dengan teknologi seperti handphone dan juga apa tadi namany? Oo ya chating, sisi privasi sangat jelas terlihat, ketika anda melakukan sms dan juga chating yang tahu apa yang anda bicarakan dan anda obrolkan adalah anda dan juga lawan bicara anda, maaf saya tidak membicarakan kemungkinan lain kala anda mengobral informasi pada yang lain. Namun yang saya tekankan di sini adalah bagaimana kemampuan anda untuk bisa mengontrol diri, dan bagaimana anda bisa meyakinkan diri anda bahwa anda juga dilihat ALLAH SWT.
Apalagi seperti yang anda bicarakan tadi pembicaraan dengan lawan jenis, sungguh riskan, sungguh riskan. Maaf anda masih mendengarkan saya???
Ya pak masih-masih, maaf saya tertegun dengan bapak, selain dokter anda juga paham ilmu-ilmu seperti itu pak. Tapi satu lagi pak pertanyaan saya, gimana kalau dibilang sok alim, kuper, kaku dan sebagainya
Kaku, alim, kuper itu hanyalah sebuah nilai variabel yang diciptakan manusia untuk menyatakan sesuatu, dan nilainya pun akan berganti sesuai dengan pembandingnya. Ingat bung, aturan dan juga sikap manusia itu sangat labil dan juga rapuh, tak usah terpicu dengan omongan orang, tak usah terpengaruh dengan cacian orang, selama kita masih dalam relnya ALLAH maka everything is under control, sedikit saran saya, perdalam pengetahuan agama anda, perbaiki sholat anda, dan juga satu lagi pandai-pandai mengatur pergaulan.
Wah-wah pak, anda ternyata orangnya sangat alim senang saya ada dokter seperti bapak
Hohohoho...anda terlalu cepat menilai anak muda, sebenarnya saya jauh lebih buruk dari anda, cuman ALLAH belum membuka saja keburukan saya, tapi saya juga sedang berjuang untuk jadi orang yang lebih baik.