Otak manusia, sesuatu yang ada dalam kepala dengan berat, untuk pria dewasa rata-rata 1,375 gram, sedang otak wanita sedikit lebih kecil dibanding otak pria. Otak novelis Rusia Turgenev beratnya 2.021 gram, otaknya Bismarck beratnya 1.807 gram, negarawan Prancis yang terkenal Gambetta berat otaknya 1.294 gram, sedang otak Einstein ternyata ukurannya rata-rata saja. Bagaimana dengan kita? Ah, yang penting jalan aja…
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa fungsi otak adalah untuk berfikir, menentukan langkah mana yang musti kita tuju, keputusan apa yang musti kita ambil kala menghadapi suatu masalah, dan segala macam gerak-gerik kita. Semakin dewasa umur seseorang kemampuan otak yang berubah, daya tangkap dan pemahaman semakin meningkat sedangkan kemampuan daya hafal semakin rendah. Memang benar, mencari ilmu di waktu kecil bagai mengukir diatas batu, sedang mencari ilmu diwaktu tua bagai mengukir diatas air. Eits! Ini bukan berarti kalau usia sudah mulai senja tidak ada gunanya untuk mencari ilmu. Hanya saja kemampuan memori semakin menurun.
Berdasarkan referensi yang diambil dari sebuah situs internet bahwa otak manusia memiliki lebih dari 100 triliyun neuron (sel saraf) dimana instruksi otak diberikan dalam bentuk gelombang listrik. Gelombang listrik ini melaju dengan kecepatan lebih dari 400 km /jam (250 mph), yang dapat menghasilkan daya listrik untuk menyalakan sebuah lampu pijar. Diperkirakan bahwa kemampuan mental seseorang yang berusia 100 tahun dengan daya ingat ( memori ) sempurna dapat disetarakan dengan kemampuan memori komputer 10 pangkat 15 bits ( atau satu petabits). Dengan mengambil kemampuan computer yang ada pada saat ini, maka kemampuan satu petabit tersebut baru bisa dicapai dalam jangka waktu 35 tahun. Itu baru kemampuan memorinya saja, belum dengan proses rumit yang ada di otak seperti daya kreasi dan emosi. Ck ck ck…
Beda dengan suatu alat, semakin sering digunakan akan semakin mudah rusak, bahasa menterengnya aus. Sedangkan otak, semakin banyak digunakan maka akan semakin berkembang dan tajam. Sebaliknya jika otak tidak sering digunakan sebagiamana fungsinya maka akan mengalami penurunan fungsi atau penyusutan kemampuan. Hal inilah yang membedakan antara pelajar dengan pengangguran, sekalipun dibekali IQ yang sama. Saya tidak mengatakan bahwa mahasiswa lebih pinter dari non-mahasiswa. Sekali-kali tidak! Sekalipun bukan mahasiwa jika otaknya sering digunakan untuk berfikir dan terus berlatih hal-hal yang mampu mensupport kemampuan otak maka akan memiliki prosentase kecakapan yang sama antara mahasiswa dengan non mahasiswa. Jadi dalam hal ini penekanannya bukan pada mahasiswa atau pengangguran, tapi keseringan penggunaan otak untuk mengoptimalkan fungsinya. Sehingga tidak ada alasan bagi pengangguran untuk tidak "belajar hidup."
Kemampuan dalam menyerap informasi dan mengeneralisasikan dalam diri, ketepatan dalam mengambil keputusan dan cara mensikapi suatu kejadian menunjukkan kecerdasan otaknya, meski ada faktor lain yang mempengaruhi.
Ini sekilas tentang otak yang kita miliki. Ada beberapa hal yang menyebabkan kerusakan otak dan menyebabkan seseorang untuk segera mengalami demensia (pikun), salah satunya adalah merokok. Ada zat-zat berbahaya yang terkandung didalamnya. Jika ingin cepat pikun, mungkin Anda bisa memulainya sesegera mungkin dan sebanyak mungkin. Begitulah...