Sudah Saatnya Kita Kembali Ke Syar'i
"Min, mbok baju adikmu nggak usah dipakai, kasihan adikmu terus mengeluh nggak punya baju, gara-gara bajunya sering kamu pakai.
" Cica mengingatkan sahabatnya saat melihat sahabatnya berlenggak-lenggok didepan cermin.
"Ah! Memangnya apa urusanmu!
" jawab Minul ketus.
"Lho, gimana sih Nul! Kita kan sudah sama-sama tahu tuntunan agama, kalau pakai baju jangan ngepres-ngepres, baju adiknya dipakai?! Jilbabnya yo?harus terjulur sampai dada dong! Boleh sih, kita mengikuti mode, tapi yang jelas tidak boleh melenceng dari jalur yang sudah ditetapkan. Betul tho?
" Cica mengomentari lalu beranjak dari kursinya dan menuju meja dekatnya.
"Ya, memang kelihatan cantik see..h,
tapi kalau kecantikan yang kita tampakkan membuat laki-laki yang melihat berniat untuk menggoda kita gimana? Yang rugikan kita juga kan!?" Lanjutnya sembari menuangkan air dari teko.
"Injih?Mbah putri?..?
" Minul memperbarui jilbabnya di depan kaca.
Minul dan Cica adalah sahabat karib. Mereka tinggal satu kamar, karena sama-sama kuliah di universitas yang sama pula.
000
Fenomena diatas sering kita jumpai disekitar kita, atau bahkan terjadi pada diri kita. Namun betapa kasih sayangnya Allah terhadap kita. Dia senantiasa memberi petunjuk pada kita, yang mungkin lewat sahabat kita, maka pantaslah kita berterimakasih padanya. Ia sudah meluangkan waktunya untuk memikirkan kita agar selamat dari adzab Allah. 'Seorang sahabat tidak mungkin membungkus pukulan dengan ciuman.' Memang benar kata-kata itu. Dan terlebih lagi kita bersyukur pada Allah yang dengan kasih sayangNya, kita ditunjukkan ke jalan yang benar.
Banyak yang bisa dibahas mengenai wanita. Memang masalah wanita tidak sesederhana masalah pria, mungkin wanita lebih kompleks. Karena Allah menciptakan kodrat wanita demikian, tapi semua itu akan menjadi ringan jika disikapi dengan benar. Allah sudah mengatur semuanya. Semua akan ada nilainya di sisi Allah jika dijalani dengan hanya mengharapkan ridlo Allah.
Pikiran dibuka, hati ditata untuk mejalankan tugas atau kewajiban sebagai seorang wanita, insyaAllah diri akan merasa menjadi lebih baik. Semua perasaaan dan semua yang terjadi pada diri kita dikelola oleh pikiran kita. Jika pikiran optimis, dan tidak 'kemrungsung', segala sesuatunya disiapkan dengan baik, maka akan menghasilkan sesuatu hal yang lebih baik, dan kebisaan itu akan membentuk karakter kita. Memang berkata lebih mudah dari pada menjalani, tapi jika tidak dikatakan mana mungkin kita bisa melaksanakan? Nantinya kata-kata yang kita keluarkan menjadi motivator ataukah menjadi boomerang? Semoga Allah selalu memberikan kemampuan kepada kita untuk selalu bertaqwa kepadaNya.
Permasalahan yang penulis amati dari para wanita jaman sekarang adalah cara berpakaian yang kurang syar'i. Banyak yang mengaku bahwa dirinya adalah orang Islam. Padahal dalam Islam sendiri, menganjurkan jika seorang wanita yang sudah baligh, diwajibkan untuk menutup aurotnya. Ya, memang sekarang banyak wanita muslim yang menutup aurotnya, tapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah cara mereka menutup aurot sudah memenuhi syari'at Islam? Dimana didalamnya diharuskan menjulurkan jilbab ke dada, menutup lekuk-lekuk tubuhnya, dsb. Pertanyaan ini bukan ditujukan kepada siapa-siapa, melainkan dikhususkan untuk pribadi kita masing-masing, muslimah tulen.
Adanya Allah dan RosulNya menganjurkan demikian, pasti akan membawa manfaat bagi siapa yang dianjurkan. Toh pada akhirnya seorang wanita juga akan kembali kepada fitrahnya. Hamil, mengandung, melahirkan, menyusui, merawat anak, mengurus rumah tangga, dan berbakti pada suami. Kalau kita sekarang merasa cantik, memiliki body yang aduhai dan segala macam penampakan yang ada pada diri kita yang mungkin menarik bagi pandangan seorang laki-laki, apakah harus kita tonjolkan sekarang? Yang pada akhirnya nanti, suami kita hanya akan menemukan kita dengan sisa-sisa yang ada? Oh, kasihan sekali dia! Ternyata istrinya sudah pernah dicicipi orang lain. (maaf jika terlalu kasar).
Saudari-saudariku yang baik, mari kita bersama-sama jaga keutuhan dan kemurnian diri kita untuk suami kita kelak. Namun juga jangan sampai dalam kita menjaga diri semata-mata hanya karena dia, tapi yang lebih utama dan yang lebih penting dari semua itu, karena mentaati perintah Allah.
Berpakaian syar'i bukan berarti tidak boleh mengikuti mode atau harus mengenakan jilbab yang berukuran jumbo. Modis? Tidak ada larangan, yang penting tidak melanggar aturan Allah. Asalkan kita tahu intinya, yang lain bisa kita kembangkan sendiri. Ok!