Aishiteru...
(Tapi bo oooong...
)
Cinta itu anugerah terindah
Itu katamu tapi tidak kataku
Cinta itu inspirasi karya
Itu kataku tapi tidak katamu
Cinta itu gila
Tidak katamu tapi ya kataku
Cinta itu bagai bara api
Ya kataku tapi tidak katamu
Cinta itu obat hati
Tidak katamu tapi ya kataku
Cinta itu penebal iman
Ya kataku tapi tidak katamu
Bercinta identik dengan pacaran
Tidak katamu ya aku setuju
Pacaran laisa minal Islam, sedang bercinta suatu yang abstrak tapi menyenangkan...

2 | Ahad, 02 Maret 08
azwajameela
Ya makasih.
Setiap apa yang tersurat pasti ada pesan yang tersirat.
Cinta yang sebenarnya tumbuh dari perpaduan iman yang bersemayam dalam tubuh yang sehat, sehingga dari padanya muncul akal pikir yang tok cer! itulah anugerah terindah.
Cinta akan memunculkan sebuah sumber inspirasi untuk menelorkan sebuah karya terbaik. Namun karunia Allah yang hangat dan nyaman yang ada pada qolbu seseorang tersebut bisa membuat hilang akal jika tidak terjaga dengan baik. Tanpa disadari sudah banyak orang yang hilang akal karena terkena ?virus? yang tidak berbentuk tersebut. Penyakit jiwa yang muncul hanya akan terobati dengan obat jiwa yang manjur, yaitu Sang Kholiq. Cinta adalah dari-Nya, maka haruslah dikembalikan pada-Nya.
Tanpa dipungkiri, cinta sebuah komponen yang sangat essensial dalam hidup. Boleh dikatakan na?f bila ada seorang yang memungkiri akan keberadaannya, seolah tidak butuh cinta. Namun percikan api cinta yang telah disulut oleh syaitonirrojim akan menjadi kobaran hawa nafsu yang semakin panas hingga tak jarang membakar objek yang bersangkutan. Itulah cinta buta.
Besarnya kasih sayang berbanding lurus dengan iman, sedang becinta identik dengan kasih sayang, berarti semakin besar rasa ?cinta? maka semakin tebal pula iman seseorang.
Banyak orang yang mengatakan, ?aku cinta padamu?, tapi pada hakikatnya, ?aku bernafsu padamu? JIKA hubungan mereka belumlah halal.
Cinta akan menjadi suatu yang sangat indah dalam hidup seseorang jika ia dikombinasikan dengan taraf keimanan pada Sang Pemberi Kehidupan.
Memang betul. Cinta pada makhluq terkadang tidak bisa kita raih atau tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tapi cinta pada Allah bisa kita raih (sudah bisa dipastikan) jika kita berusaha meraihnya. Dan itu tidak akan pernah mengecewakan bagi Sang Pecinta. Cinta pada apapun boleh, asal cinta itu menjadikan cinta kita pada Allah dan RosulNya semakin bertambah.
Orang yang mencintai makhluq berlebih akan terasa lemah. Ia tidak akan mempunyai prinsip yang tegas dalam hidupnya karena ingin selalu mengikut orang yang dikagumi. Semua pikiran jadi terfokus padanya. Tapi cinta pada Allah akan memunculkan sosok probadi muslim yang kuat lagi tangguh, tidak takut kepada siapa saja kecuali seruan Allah dan RosulNya
itulah kira2 yang kumaksud