Pernah gak sih nonton anime dengan judul "NARUTO", di sana digambarkan bagaimana segerombolan anak yang punya kemampuan sendiri-sendiri. Ada yang bisa menggandakan diri, ada yang bisa mengontrol bayangan nya untuk jadi senjatanya, ada yang punya kemampuan untuk membaca pikiran orang lain, dan masih banyak lagi kemampuan-kemampuan yang lainnya yang dimiliki. Diceritakan di sana bagaiamana mereka mampu mensinergikan kelebihan dan kekuarangan yang ada pada tiap-tiap mereka untuk dapat melakukan misi mereka. Dan walhasil dengan rasa saling menghargai dan juga saling percaya terhadap kemampuan dan kekuarangan sendiri maupun teman yang lain, beragam misi mampu dijalankan dengan berbekal sikap tadi.
Saya kira itulah sebuah pelajaran yang mampu kita ambil dari cerita televisi, belum kita lihat juga bagaimana hebatany perjuangan dan kehebatan para sahabat nabi, yang masing-masing juga punya kemampuan dan kekurangan masing-masing. Tapi tetap, rasa saling percaya dan juga saling menghargai mampu diwujudkan dalam perjuangan.
Tiap-tiap diri kita memang sebenarnya punya kemampuan serta bagian sendiri dalam hidup ini. Dan bagian itu tentu harus kita wujudkan pada tiap-tiap diri kita, dan satu hal yang musti kita camkan bahwa tidak mungkin Allah menciptakan makhluk yang tiada berguna. Tinggal sekarang bagaimana kita memaksimalkan kelebihan yang kita miliki untuk menjadi modal kita dalam beramal dalam team "ISLAM" ini.
Tak perlu saling menghina tak perlu saling merendahkan orang lain, tiap orang punya bagiannya masing-masing. Kalau kita ahli dalam satu bidang atau dalam posisi tertentu tidak perlu lah sombong karena boleh jadi saat ini kita berada dalam posisi penting ya karena pada saat itu saja kita bisa berkompeten dalam hal itu. Boleh jadi juga suatu saat nanti kita akan "ditempatkan" pada posisi yang kita sendiri saja tidak punya kompeten sedikitpun dalam hal tersebut. Makanya disinilah semangat team "ISLAM" ini perlu diwujudkan.
Maksimalkan saja di mana kita berada saat ini, karena semua orang pasti tahu kalau hidup ini sementara tapi berapa orang yang sadar kalau yang sementara ini perlu dipertanggungjawabkan. Sehingga pada saatnya nanti kalau kita dimintai pertanggungjawaban akan segala modal yang diberikan di dunia ini kita bisa dengan lantang mengatakan bahwa misi sudah dilakukan dengan semaksimal kita
.
Ada sebuah kata-kata yang sempat terambil dari salah satu sumber tapi lupa juga sumbernya.
Menjadi apapun dirimu..., bersyukurlah selalu. Sebab
kau yang paling tahu siapa dirimu. Sebab kau yakini
kekuatanmu. Sebab kau sadari kelemahanmu.
Jadilah karang yang kokoh, elang yang perkasa, paus
yang besar, pohon yang menjulang dengan akar
menghujam, melati yang senantiasa mewangi, mutiara
yang indah, kupu-kupu, atau apapun yang kau mau. Tapi,
tetaplah sadari bahwa kamu adalah hambaNya.